Pamor Batu Katanya Sepi, Apa Kabar Pasar RawaBening?

Pasar Rawabening merupakan pusat penjualan batu akik yang ada di Jakarta, Disini anda bisa mendapatkan berbagai jenis batu. Seperti Blue safir, Bacan, Sungai dareh, pirus ataupun Ruby. Untuk masalah harga anda bisa mendapatkan batu murah ataupun bisa mahal tergantung kejelian anda menawar barang.

Lalu bagaimana kabar pasar rawa bening sekarang?

Pasar ini memang sudah tidak seramai saat jaman booming batu di tahun 2014-2015. Walau begitu masih ada pembeli yang mencari batu akik ke pasar rawa bening.

Walau tidak sebanyak dulu para penjual batu masih setia menenti para pecinta batu akik yang mampir ke pasar ini. Salah satunya adalah Pak Nana yang sudah berjualan batu akik selama 25 taun.

Pak nana Rawa Bening

Menurutnya pada jaman batu akik booming dia mendulang untung yang lumayan, namun kini dagangannya sudah sepi pembeli. Walau begitu dia masih berusaha untuk tetap berdagang batu dan dengan sabar menunggu para pembeli.

“Dulu pas lagi ramai, sehari bisa jual satu sampai dua cincin. Harganya Rp 1-3 juta. Kalau batu bacan sama juga, cuma emang harganya jauh, dulu saya bisa bawa pulang duit sehari sampai Rp 100 juta,” Ujar pak Nana.

Pak nana beruntung karena kiosnya merupakan milik sendiri sehingga tidak perlu membayar biaya sewa dan hanya uang kebersihan dan listrik.

Selain Pak nana, adapula Riza yang merupakan pedagang batu yang baru berjualan saat booming tahun 2015 kemarin.

“Saya baru jualan pas 2015 itu, modal usahanya sekitar Rp 5.000.000. Buat pemula kayak saya ini, segmennya ya cuma batu akik kualitas murah,” kata dia.

Menurut riza saat batu akik booming dulu dia bisa menjual batunya seharga 350-400 ribu. Tapi saat ini ia hanya menjual di harga 30 ribu saja.

“Yang penting mah laku aja. Udah sepi banget soalnya. Jual segitu (Rp 30 ribu) juga udah untung, tapi tetap aja enggak seramai dan seuntung dulu,” cerita dia.

 

Tergerus Pedagang Online

Salah satu pedagang bukalapak masih mendapatkan 30 transaksi sehari

Sebenarnya pamor batu akik tidak terlalu anjlok dan para pembelinya masih sangat banyak. Hanya saja para pedagang offline ini memang tergerus oleh banyaknya pedagang online. Harga yang tidak perlu tawar menawar dan tidak perlu keluar rumah untuk membeli merupakan salah satu keunggulan pedagang batu online. Kami melakukan survei di para pedagang batu akik di bukalapak dan terlihat masih banyak pedagang batu yang mendapatkan lebih dari 10x  transaksi dalam sehari. Salah satu pedagang yang kami cek malah masih mendapatkan lebih dari 30 x transaksi sehari. Mungkin para pedagang offline harus melakukan inovasi agar dapat bersaing dengan pedagang online.

 

Leave a Reply